Lowongan Kerja Freelance

Lowongan Kerja Freelance
Dibutuhkan karyawan freelance dengan sistim kerja online. Bagi Anda yang tertarik silahkan lihat info selengkapnya di http://lowongankerjaonlinefreelance.blogspot.com/

Minggu, 22 Januari 2012

Beberapa Masalah Pasca Melahirkan


Berikut ini, beberapa masalah yang biasanya muncul setelah ibu melahirkan bayinya:
1. Keletihan
Ibu akan mengalami keletihan setelah melelui proses persalinan yang penuh perjuangan. Disamping itu, setelah melahirkan jarang sekali istrirahat dan selalu bangun malam karena ibu harus meyusui, mengganti popok kalau si bayi buang air, di tambah lagi siangnya melakukan pekerjaan lain yang berhubungan dengan sang bayi dan juga urusan rumah tangga lainnya. Meskipun keletihan tapi merupakan hal yang biasa terjadi.

Oleh karena itu, ibu dapat sedikit menguranginya dengan mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk beristirahat pada saat bayi sedang tidur, baik siang maupun malam hari. Mintalah bantuan dari orang-orang terdekat (terutama suami) untuk membantu meringankan pekerjaan, jika memungkinkan. Supaya badan tetap sehat, makanlah makanan bergizi dan dalam jumlah yang cukup. Jangan lupa juga asupan air yang cukup, karena kekurangan cairan akan membuat tubuh menjadi lemas.
2. Kontraksi rahim
Kontraksi ini merupakan usaha untuk mengerutkan pembuluh darah yang terbuka karena terpisahnya plasenta (ari-ari) dan kembalinya rahim ke ukuran dan lokasi seperti sebelum melahirkan. Seperti kejang atau kram perut. Kontraksi ini akan makin terasa ketika ibu menyusui, karena pengisapan payudara oleh bayi akan melepaskan hormon oksitosin, yaitu hormon yang dapat merangsang terjadinya kontraksi. Bila terjadi demikian, tak perlu dikhawatirkan karena itu merupakan hal yang wajar.
3. Mengeluarkan darah
Masa nifas merupakan proses pendarahan setelah melahirkan yang harus dilalui oleh para ibu. Apabila tiba-tiba terjadi keluar darah lagi dengan deras, padahal sebelumnya selama satu atau dua hari jumlah pengeluaran darah sudah berkurang. Itu biasanya terjadi karena ibu kecapekan setelah melakukan aktivitas tertentu. Oleh karena itu, segealah untuk beristirahat, mengingat kondisinya yang masih lemah.
4. Bermasalah saat buang air kecil
Banyak dari ibu sehabis melahirkan (selama 24 jam setelah melahirkan) yang mengalami kesulitan saat buang air kecil. Ada juga dari beberapa ibu sama sekali tidak merasa ingin buang air kecil. Atau, ada pula yang bisa melakukannya tapi dengan disertai rasa nyeri. Akan tetapi, dalam waktu 6 – 8 jam katong kemih sangat perlu untuk dikosongkan. Itu untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih. Bila terjadi hal seperti itu, maka segeralah bangun dari tempat tidur dan berjalan-berjalan, jika itu memungkinkan. Lalu, perbanyak minum air agar rasa ingin buang air kecil datang. Bila rasa ingin buang air kecil tak kunjung datang, Anda dapat menggunakan metode lain. Yaitu: Anda duduk berendam di air hangat atau dengan mendinginkan menggunakan bungkusan es. Cara-cara tersebut dapat menimbulkan keinginan untuk buang air kecil.
5. Sulit buang air besar
Kembalinya fungsi normal usus setelah melahirkan dapat terganggu karena dipengaruhi oleh faktor fisik maupun psikologis (kejiwaan). Seperti, otot-otot perut yang membantu proses pembuangan telah mengalami peregangan selama kelahiran, sehingga menjadi kurang efektif dalam melakukan tugas ini.
Selain itu, penyebab lainnya adalah karena usus besar mungkin mengalami trauma selama persalinan sehingga menjadi lamban dalam bekerja. Namun, faktor terbesar yang menyebabkan hambatan untuk buang air besar adalah faktor psikologis seperti takut jahitan terbuka, malu, atau perasaan tertekan.
Berikut ini beberapa cara untuk memperlancar proses buang air besar:
  • Hendaknya ibu menghilangkan kekhawatiran untuk buang air besar, salah satunya adalah jangan terlalu takut jika jahitan akan terbuka.
  • Makan makanan yang berserat (sayur dan buah) dan banyak minum air.
  • Jika kondisi memungkinkan, segera bangun dan berjalan-jalan
  • Usahakan untuk segera ke toilet (jangan menunda) saat merasakan dorongan untuk buang air besar.

6. Wasir
Wasir atau ambeyen disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada anus atau dubur. Keadaan ini bisa menyebabkan nyeri, gatal, panas, dan kadang berdarah. Seringkali ibu hamil mengalami wasir, terutama pada trimester terakhir dari masa kehamilannya.
Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat penyembuhan wasir, yaitu:
  1. Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit yang akan memperparah keadaan wasir.
  2. Bisa melakukan kompres panas atau dingin, sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Atau, bisa juga melakukan kompres secara bergantian antar panas dan dingin.
  3. Tidur atau berbaring dalam posisi miring, hindari posisi telentang.
  4. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk.
  5. Jika wasir sangat mengganggu dan tidak kunjung reda, periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat yang dimasukkan lewat anus.

7. Jalani dengan sabar dan ikhlas
Kehadiran sang buah hati, di samping mendatangkan kebahagiaan juga sesuatu hal yang merepotkan karena semua kenyamanan, waktu istirahat dan lain sebagainya. Tapi bila dijalani dengan penuh keihlasan dan kesabaran, maka itu tak menjadikan hal yang merepotkan, bahkan kebahagiaan yang timbul.
Di samping itu, gunakanlah kesempatan sebaik-baiknya untuk membentuk anak yang soleh dan solehah. Karena anak merupakan amanah dari Tuhan kepada kita. Tidak jarang pasangan suami-istri yang tak kunjung dikaruniai keturunan, padahal mereka sangat menginginkan kehadirannya. Oleh karena itu bersabar, ikhlas dan tawakallah kepada Tuhan, karena itu semua merupakan ladang amal ibadah kita. 
8. Berat badan
Para kaum hawa banyak yang ketakutan setelah melahirkan karena akan mengubah penampilan sehingga jadi kurang percaya diri dan pakaian sudah tak muat lagi. Memang, kebanyakan dari wanita yang sudah melahirkan tubuhnya akan lebih melar. Begitu juga dengan perut yang masih buncit seperti ketika hamil 4-5 bulan, perut kendur dan menggelambir, panggul melebar, berat badan masih tersisa 5-30 kg. Masalah tersebut juga tidak mudah untuk diatasi, karena umumnya ibu lebih fokus pada bayi.
Selain itu, untuk melakukan diet akan terbentur dengan masa menyusui (memberikan ASI/ASI Eksklusif).  Hal itu karena anggapan ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang banyak dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas ASI. Sebenarnya langkah yang lebih tepat adalah memperhatikan pola makan yang baik dan bergizi, bukan makan secara berlebihan. Pola makan yang teratur akan membantu mengurangi simpanan lemak semasa kehamilan.
Pengaturan pola makan yang bisa diterapkan:
a.   Mengurangi porsi lemak pada makanan, dengan tetap memperhatikan porsi pemenuhan protein untuk pertumbuhan. 
b.   Memperbanyak konsumsi serat seperti sayur dan buah-buahan.
c.   Minum air putih ± 2 liter sehari, atau ±10 gelas sehari.
d.   Kurangi stres.
e.   Olahraga rutin dan teratur.
f.    Alat Bantu. Proses pelangsingan tubuh setelah melahirkan memerlukan alat bantu. Bengkung atau gurita merupakan alat bantu tradisional yang sering digunakan untuk perawatan sehabis melahirkan. 

9. Baby Blues. Baby Blues adalah sindrom bagi ibu (terutama ibu baru) dalam menghadapi hari-hari pertama setelah melahirkan. Karena perubahan drastis yang terjadi antara sebelum bayi lahir dan setelah bayi lahir. Ini bisa terjadi pada hampir setiap wanita yang baru melahirkan. Karena, di saat baru melahirkan, ibu akan merasa lelah lahir batindan gejoolak perubahan hormon juga dapat mempengaruhi emosi ibu, karena itu diharapkan suami dapat berperan banyak di sini.

Untuk mengurangi efek baby blues adalah cari informasi sebanyak mungkin sebelum kelahiran bayi. Di samping itu, peran keluarga (terutama suami) akan membantu mengurangi efek baby blues ini. Support dari keluarga dalam merawat bayi tentunya akan sangat membantu ibu yang masih kecapaian pasca persalinan dan menenangkan hati ibu.

10. Organ kewanitaan kendur setelah melahirkan

Semua wanita akan mengalami pengenduran organ kewanitaan karena adanya proses melahirkan. Tapi Anda dapat menguranginya dengan melakukan perawatan. Yaitu: pertama, untuk menjaga kesehatan organ intim, ceboklah dengan air rebusan daun sirih yang mengandung antiboitik sehari sekali.  Kedua, olahraga rutin dan teratur. Salah satu olahraga yang baik untuk keperluan ini adalah senam body language sehingga otot pinggul dan organ intim kencang. Ketiga, Kurangi mengkonsumsi daging, agar orga intim tidak berbau menyengat. Dan, perbanyak makan buah dan sayur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar