Keluarga
mana sih yang tak mau dirinya dikaruniai sang buah hati. Karena itu merupakan
buah jalinan kasih antara suami dan istri. Akan tetapi, tak semua pasangan
memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan sang buah hati. Ada pasangan
yang santai-santai saja, tapi mereka dengan mudah diberikannya sang buah hati.
Ada juga pasangan yang berusaha dengan menggebu-gebu, tapi tak kunjung
diberikannya.
Pasangan yang terlalu menggebu
menginginkan kehamilan justru malah sering menemui kegagalan. Karena mereka
stres, tubuh istri menghasilkan hormon-hormon stres yang justru menghambat
ovulasi. Komposisi hormon LH (luteinizing
hormone) dan FSH (follicle
stimulating hormon) menjadi tidak seimbang sehingga mengacaukan jadwal
menstruasi. Akibatnya, sel telur pun luput terbuahi.
Oleh karena itu, kita harus
menghadapinya dengan kepasrahan kepada Tuhan. Karena Dia adalah Sang Maha
Pemberi. Kita hanya berusaha sedangkan yang menentukan hanyalah Dia. Sikap
pasrah tersebut merupakan sikap terbaik. Dengan kepasrahan yang kita miliki
akan menjadikan kita tak stres. Dan, saat melakukan hubungan seksual pun dpat
menikmati dengan sempurna.
Berdoa dan berzikir merupakan bentuk
latihan mengendalikan diri serta menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Sikap
tenang membantu Anda dan pasangan untuk bisa pasrah. Anda akan lebih bisa
menerima keadaan meski kehamilan tidak kunjung terjadi. Jangan sampai diantara
suami istri saling menyalahkan. Daripada saling menyalahkan, cobalah mencari
sisi positif dari masalah ini. Cari solusi dengan berkonsultasi pada ahlinya.
Bila selama ini Anda berdua merasa
nyaman dengan posisi hubungan intim yang itu-itu melulu, cobalah posisi baru.
Atau cari lokasi lain untuk bercinta, di kamar mandi misalnya.
Tanpa anak bukan berarti cinta
pasangan berkurang. Anak adalah pelengkap, tapi tidak semua orang bisa
mendapatkannya. Bila Anda sudah berusaha tapi tetap tidak “diijinkan” hamil,
tidak ada salahnya memberikan kasih sayang kepada anak adopsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar