Lowongan Kerja Freelance

Lowongan Kerja Freelance
Dibutuhkan karyawan freelance dengan sistim kerja online. Bagi Anda yang tertarik silahkan lihat info selengkapnya di http://lowongankerjaonlinefreelance.blogspot.com/

Sabtu, 21 Januari 2012

Cara Menentukan Masa Kesuburan


Di masa sel telur yang matang dan siap dibuahi di mana siklus menstruasi wanita disebut sebagai masa subur. Pada masa itulah bila wanita tersebut melakukan hubungan seksual maka kemungkinan besar akan terjadi kehamilan. Di mana esterogen dan progesteron merupakan hormon seks wanita yang mempengaruhi siklus menstruasi. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh wanita yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

1.      Perubahan suhu basal tubuh
Peningkatan suhu menunjukkan adanya ovulasi. Peningkatan suhu yang menetap selama 3 hari mengindikasikan 48 jam setelah ovulasi dan menandakan dimulaiya fase tidak subur setelah ovulasi. Peningkatan suhu ini sekitar 0,2˚C atau lebih. Cara penggunaanya:

a.      Setelah bangun tidur dan sebelum bangkit dari tempat tidur suhu diukur.
b.      Waktu pengukuran yang bervariasi lebih dari 1 jam, harus dicatat.
c.       Melalui mulut. Ujung perak termometer diletakkan di bawah lidah dengan bibir tertutup selama lebih kurang 5 menit.
d.      Melalui vagina. Termometer dimasukkan ke vagina secara perlahan. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.
e.      Melalui anus. Dengan menggunakan jelly atau vaselin yang dioleskan di ujung termometer, termometer dimasukkan ke anus dengan perlahan, dengan posisi berbaring pada salah satu sisi dan lutut ditarik ke atas. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.
f.        Untuk akurasi, bila salah satu metode telah dipilih untuk digunakan, maka sebaiknya tidak diganti sampai dengan siklus berikutnya.
g.      Grafik dibuat dengan menggambarkan hasil pembacaan suhu dengan sebuah titik pada lokasi yang sesuai. Titik-titik ini kemudian dihubungkan untuk membentuk sebuah grafik. Jika terjadi kelupaan pengukuran, titik-titik tersebut tidak boleh disambung.
h.      Termometer sebaiknya dibersihkan dengan kapas dan air dingin. Jenis Termometer:  
·         Termometer manual: jika air raksa berhenti di antara dua angka, angka yang terendah yang dicatat.
·         Termometer digital: hanya mencatat satu angka decimal
i.        Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.
j.        Segala sesuatu yang tidak biasa seperti demam, tidur larut, kondisi sedang stres sebaiknya dicatat.
k.       Sebaiknya memiliki dua buah termometer, untuk mengantisipasi bila termometernya pecah.

2.      Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks)
Cara mengenali lendir serviks:
a.      Rasa atau sensasi. Sensasi sangat penting dan sering merupakan hal tersulit untuk dipelajari. Ada atau tidaknya lendir dikenali dengan sensasi pada vulva. Sensasi mungkin merupakan rasa yang jelas tentang kering, lembab, lengket, basah, licin, atau lubrikasi
b.      Penampakan. Kertas tisu putih dan lembut diusapkan pada vulva. Tisu akan basah dan bila ada lendir serviks, lendir akan terlihat menggumpal pada tisu. Warna lendir dicatat, mungkin berwarna putih, krem, buram, atau transparan. Lendir sering terlihat pula pada celana dalam, dalam kondisi kering sehingga karakteristiknya telah beruban
c.       Tes jari. Tes ini dapat dilakukan pada lendir yang terdapat di atas tisu dengan cara mengambil lendir tersebut dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Dengan perlahan, jari telunjuk ditarik, untuk melihat elastisitas lendir. Lendir mungkin elastis, atau mudah pecah, atau lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal dengan nama efek Spin dan menunjukkan bahwa lendir subur.

3.      Perubahan pada serviks
Perubahan pertama pada serviks sering terjadi satu atau dua hari sebelum perubahan pada lendir serviks dan dapat memberikan tanda awal sebelum masa subur. Pada umumnya memerlukan waktu dua atau tiga siklus agar dapat secara akurat mengenali perubahan panjang, posisi, konsistens, dan terbukanya serviks. Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat berguna bagi yang mempunyai siklus panjang, selama menyusui atau pada masa sebelum menopause.
Perubahan pada serviks sebagai berikut:
a.      Selama fase tidak subur sebelum ovulasi, serviks terletak rendah dalam vagina dan mudah dicapai oleh ujung jari.
·         Serviks panjang, miring, dan menempel pada dinding vagina.
·         Terasa kaku, seperti ujung hidung.
·         Mulut serviks tertutup, memberikan sensasi seperti lesung pipi ketika disentuh, dan terasa kering

b.      Selama masa subur, serviks naik ke atas dalam vagina
·         Serviks memendek, lurus, dan terletak di tengah vagina.
·         Sulit disentuh. Jika teraba terasa lembut seperti meraba bibir bawah.
·         Mulut serviks terbuka, sehingga dapat masuk ujung jari.
·         Terasa basah dan terdapat lendir.

c.       Fase transisi. Pada fase transisi, jumlah lendir meningkat dan lendir dengan warna seperti awan dapat dilihat. Elastisitas rendah dan menimbulkan sensasi basah. Lendir pada fase ini, sperma dapat hidup sampai dengan 3 hari, bahkan pada kasus yang jarang dapat hidup sampai dengan 5 hari atau lebih.
d.      Hari puncak. Hari puncak menunjukkan hari terakhir di mana lendir yang elastis, transparan terlihat atau dirasakan.
e.      Fase tidak subur setelah ovulasi, serviks akan kembali ke kondisi tidak subur dalam waktu 24–48 jam. Sensasi licin menghilang dan secara tiba-tiba kembali ke kering lagi.

Ujung jari dapat merasakan perubahan serviks. Dengan sentuhan jari yang lembut, dapat menegali perubahan serviks dari hari ke hari. Serviks sebaiknya diperiksa setiap hari pada waktu yang sama. Misalnya, pada saat mandi pagi. Lakukanlah pemeriksaan dengan cara jongkok atau salah satu kaki di naikan ke bibir bak air. Setiap kali pemeriksaan sebaiknya menggunakan posisi yang sama. Tangan dicuci bersih dengan menggunakan sabun dan dikeringkan (kuku tangan harus pendek). Jari telunjuk tangan kanan secara perlahan dimasukkan dalam vagina sampai teraba serviks. Sebelum memeriksa, kandung kemih harus kosong (buang air kecil terlebih dahulu).
Pada perabaan serviks terasa bola licin yang berlekuk, sedangkan vagina akan teraba lembut, lembab, dan berlekuk-lekuk. Jika serviks sulit dicapai, rahim dapat didorong ke bawah dengan menekan perut bagian bawah sedikit tulang pubis dengan tangan kiri. Dengan pengalaman, pemeriksaan hanya memakan waktu beberapa detik.
4.      Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender)
Siklus masa subur pada setiap wanita tidak sama. Untuk itu perlu pengamatan minimal 6 kali siklus menstruasi. Berikut ini cara mengetahui dan menghitung masa subur:
a. Asumsi bila siklus menstruasi teratur (28 hari). Menstruasi dari hari pertama sampai dengan menstruasi berikutnya merupakan siklus panjang sebaiknya Anda ukur, tapi tidak termasuk hari pertamanya. Sedangkan untuk menstruasi yang teratur adalah siklus menstruasi Anda teratur setiap bulannya. Artinya, hari pertama menstruasi sampai dengan hari terakhir sebelum menstruasi berikutnya berada dalam kondisi tetap setiap bulannya. Misalnya 28 hari, 29 atau 30 hari. Hal tersebut bias Anda ketahui dari tiga kali menstruasi.
Kalau siklus menstruasi Anda teratur, tentu Anda bisa mengira-ngira tanggal berapa bulan berikutnya Anda akan mengalami menstruasi. Dari tanggal tersebutlah Anda bisa menghitung kapan masa suburnya. Hitunglah mundur 14 hari dari tanggal perkiraan Anda menstruasi berikutnya. Itulah hari diperkirakan pelepasan sel telur dari ovarium terjadi (ovulasi) yang berarti itulah perkiraan masa subur seorang wanita.

b. Asumsi bila siklus menstruasi tidak teratur. Sebaiknya perhitungan dibuat dengan mengambil siklus terpendek dan terpanjang dalam satu tahun, minimal 6 bulan. Dengan menganggap bahwa sperma dapat hidup di kelamin perempuan selama sehari dan masa hidup sel telur 2 hari, maka diperoleh rumus sebagai berikut: Siklus terpendek – 20 = hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi. Siklus terpanjang – 10 = hari terakhir masa subur
Misalnya, panjang siklus selama 6 bulan terakhir adalah 28, 29, 28, 27, 30, dan 28. Maka hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi adalah hari ke 7 (27-20), dan hari terakhir masa subur adalah hari ke 20 (30-10). Untuk mempercepat kehamilan, disarankan untuk berhubungan seksual pada hari ke-8 sampai dengan ke-20. Sel telur dapat dibuahi hanya dalam beberapa jam setelah ovulasi dan masa hidup sperma di kelamin perempuan bervariasi dan mungkin lebih dari 3 hari.

5.      Tanda-tanda ini tidak begitu kuat, tetapi berguna untuk meyakinkan hasil pengamatan. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.
a.      Sakit karena ovulasi (Mittelschmerz pain) – rasa sakit yang tajam atau tumpul pada salah sisi perut bagian bawah selama beberapa jam.
b.      Gejala-gejala pada payudara – rasa kencang dan menggeleyar pada payudara dialami pada sekitar ovulasi.

Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:
·         Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi.
·         Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum.
·         Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.
·         Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas.

Penelitian menunjukkan bahwa kesempatan untuk mendapatkan kehamilan terbatas pada 5 hari sebelum dan sehari setelah peningkatan suhu. Hari yang paling subur ditemukan 2 hari sebelum perubahan suhu yang mendekati hari puncak lendir.
Pada pasangan yang normal, kehamilan mungkin terjadi pada setiap waktu pada masa subur. Di mana hari-hari untuk melakukan hubungan seksual pada saat vagina terdapat lendir serviks dengan kesuburan tinggi.  Bila dalam 6 bulan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur dalam masa subur namun tidak terjadi kehamilan, sebaiknya menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara bagi Anda yang tak mau untuk hamil dulu, sebenarnya Anda dapat mencegahnya dengan mengatur hubungan seksual. Di mana pada masa subur, sebagaimana dijelaskan di atas, Anda tidak melakukan hubungan seksual pada masa-masa subur. Sehingga pembuahan pada sel telurpun tidak terjadi.
Perlu Anda ketahui bahwa untuk melakukan hubungan seksual pada fase tidak subur sebelum ovulasi masih memiliki risiko kehamilan meski tidak besar. Fase ini tergantung pada tingkat kesuburan sperma, karena bila sperma hidup pada lendir yang subur, masa hidup sperma akan memanjang.
Ovulasi dapat pula terjadi lebih awal daripada perkiraan. Pada wanita dengan siklus yang pendek antara 21– 24 hari atau dengan mentruasi yang lama, lendir dapat timbul segera setelah menstruasi atau bahkan sebelum menstruasi selesai. Pada kasus seperti ini, hubungan seksual dapat menyebabkan kehamilan.
Sedangkan pada fase tidak subur setelah ovulasi merupakan waktu paling aman untuk melakukan hubungan seksual bila ingin mencegah kehamilan. Jika saat ovulasi telah ditentukan, tidak ada resiko lebih lanjut untuk timbulnya kesuburan dalam siklus ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar