Organ seksual pada wanita, seperti vagina,
leher rahim dan rahim, mempunyai fungsi masing-masing yang saling berkaitan
satu sama lain. Dari salah satu organ wanitaan tersebut fungsinya tak berjalan
sebagaimana mestinya, maka yang lain juga akan terganggu fungsinya. Lebih
lanjut akan menimbulkan penyakit. Penyakit yang menyerang organ seksual sangat
beragam jenisnya, antara lain:
1. Keputihan
Vagina dapat
mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim pada kondisi yang normal. Secara
umum cairan yang keluar sedikit, jernih, dan tidak berbau. Tetapi bisa dibilang
masih normal, bila cairan yang keluar dari vagina selama kehamilan, menjelang
menstruasi, pada saat ovulasi, dan akibat rangsangan seksual berlebihan.
Karena, dalam kondisi seperti itu, vagina cenderung mengeluarkan cairan lebih
banyak dibandingkan saat keadaan biasa saja.
Namun, bila
cairan yang keluar dari vagina pada kondisi biasa tapi berlebihan, cariran
tersebut menimbulkan rasa gatal, dan bau tidak sedap maka perlu Anda waspadai.
Bisa jadi keadaan tersebut merupakan keputihan.
Keputihan disebabkan
oleh beberapa faktor, antara lain: infeksi oleh mikroorganisme (jamur Candida albicans, bakteri Neisseria
gonorrhoea, parasit Trichomonas vaginalis), gangguan keseimbangan hormon, stres
dan kelelahan kronis, peradangan alat kelamin, benda asing dalam vagina, atau
merupakan gejala adanya penyakit dalam organ kandungan seperti kanker rahim,
dan sebagainya.
Bila
vagina Anda mengalami hal seperti itu, jangan dibiarkan begitu saja. Sebaiknya
Anda periksakan ke dokter. Atau, bisa juga Anda mengobati sendiri di rumah
dengan ramuan herbal.
Berikut
cara pengobatan keputihan dengan herbal:
Untuk dibasuhkan
Bahan: 15 lembar daun sirih dan 2 liter air
Cara Meramu: Daun sirih dicuci bersih dan direbus
dengan 2 liter air hingga mendidih. Hangat-hangat airnya digunakan untuk
mencuci vagina beberapa kali sehari.
Untuk diminum:
Bahan: 15 gram kulit delima kering, 10 gram
sambiloto kering, 20 gram kunyit (diiris-iris), dan 600 cc air
Cara Meramu: Ketiga bahan tersebut dicuci bersih
lalu direbus dengan air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring. Setelah dingin airnya
di minum 2 kali sehari.
2. Gangguan Menstruasi
Pada wanita
yang seksual dewasa dan tidak hamil, akan mengalami siklus pendarahan pada tiap
bulanannya yang disebut menstruasi. Darah menstruasi berasal dari pelapis rahim
melalui vagina. Lamanya pendarahan menstruasi rata-rata berlangsung antara 3-5
hari dengan siklus rata-rata 28 hari. Dalam kondisi normal, menstruasi tidak
menyebabkan gangguan yang cukup berarti. Namun pada sebagian wanita, menstruasi
terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi sangat
menyiksa karena rasa sakit yang luar biasa (dymenorrhoea).
Terlambat haid atau menstruasi yang tidak teratur juga patut diwaspadai karena
itu berarti telah terjadi abnormalitas
pada siklus menstruasi.
Rasa nyeri yang
timbul selama menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya
faktor ketidakseimbangan hormon, yaitu terjadinya peningkatan sekresi hormon
prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi uterus yang berlebihan.
Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon
ataupun faktor psikis, seperti stres, depresi, dan lain-lain yang dapat
mempengaruhi kerja hormon.
Bila Anda
mengalami gejala seperti itu, maka sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Atau,
Anda juga dapat mengobatinya dengan ramuan herbal. Dan, pengobatannya adalah:
Bahan: 30 gram temu lawak (diiris-iris), 15
gram bunga mawar merah, 15 gram daun dewa, 10 gram umbi teki kering.
Cara Meramu: Semua dicuci bersih, lalu direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali
sehari.
3. Kista Ovarium
Kista Ovarium adalah
kantong abnormal berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung
telur (ovarium). Kista ovarium
biasanya tidak bersifat kanker, namun walaupun kista tersebut kecil diperlukan
perhatian lebih lanjut untuk memastikan kista tersebut tidak berupa kanker.
Kista ovarium
yang berukuran kecil biasanya tidak menunjukan gejala atau rasa sakit, kecuali
kalau pecah atau terpuntir yang menyebabkan sakit yang hebat di daerah perut
bagian bawah, dan kaku. Kista yang berukuran besar atau berjumlah banyak dapat
menimbulkan gejala seperti rasa sakit pada panggul, sakit pinggang, sakit saat
berhubungan seksual, pendarahan rahim yang abnormal.
Penyebab
terjadinya kista ovarium yaitu terjadinya gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofise, atau indung telur itu sendiri. Kista indung telur timbul
dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi.
Untuk pengobatan kista ovarium
dengan menggunakan herbal, yaitu:
Bahan: 30 gram daun dewa, 50 gram temu
putih, dan 15 gram sambiloto kering.
Cara Meramu: Semua dicuci bersih lalu direbus
dengan 1 liter air hingga tersisa 450 cc. Disaring, airnya diminum 3 kali
sehari.
5. Kanker Leher Rahim (Serviks Uteri)
Penyakit yang
satu ini sangat ditakuti oleh setiap wanita, yaitu penyakit kanker leher rahim.
Kanker leher rahim merupakan yang sangat serius di antara penyakit-penyakit
vagina. Tercatat bahwa jenis kanker (kanker serviks) ini yang paling banyak
terjadi pada wanita Indonesia dan kematian pun sangat tinggi. Hal ini
dikarenakan kanker jenis ini pada wanita Indonesia umumnya baru diketahui
setelah stadium lanjut. Sementara di negara-negara maju kasus kanker serviks
sudah agak menurun. Hal ini karena adanya program Papsmear yang dilakukan
secara teratur sebagai upaya untuk pencegahan skunder dan deteksi dini kanker
serviks.
Gejala kanker serviks tergantung pada fase
pertumbuhan. Pada fase dini (preinvasif)
sering tidak menimbulkan gejala atau hanya sedikit sekali gejala, seperti
keputihan. Pada fase invasif (lanjut) menyebabkan pendarahan vagina di luar
masa haid, sakit dan pendarahan setelah bersenggama, rasa sakit pada daerah
panggul, nafsu makan hilang, berat badan hilang, dan anemia karena pendarahan.
Penyebab kanker
serviks belum diketahui secara pasti,
namun diduga sekitar 95% oleh sejenis virus Human Papilloma Virus (HPV), virus
ini dapat menular melalui hubungan seksual. Ada beberapa faktor risiko yang
dapat meningkatkan terjadinya kanker serviks,
yaitu: sering berganti pasangan hubungan seksual, berhubungan seksual di usia
muda, kehamilan berulangkali (sering melahirkan), dan infeksi virus pada serviks.
Untuk
pengobatan secara herbal adalah:
Bahan: 60 gram temu putih, 5 gram buah
mahkota dewa kering, 30 gram jombang kering, dan 30 gram rumput lidah ular
kering,
Cara Meramu: Bahan tersebut dicuci
dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 450 cc. Lalu disaring, airnya
diminum 3 kali sehari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar