Lowongan Kerja Freelance

Lowongan Kerja Freelance
Dibutuhkan karyawan freelance dengan sistim kerja online. Bagi Anda yang tertarik silahkan lihat info selengkapnya di http://lowongankerjaonlinefreelance.blogspot.com/

Sabtu, 21 Januari 2012

Perawatan Vagina Agar Tetap Sehat


Sudah banyak dibicarakan dalam masyarakat mengenai perawatan kesehatan dan kebersihan vagina. Hal tersebut dikarenakan orangtua selalu mengajarkan pada anak perempuannya sejak masih kecil.
Secara umum perawatan terhadap kesehatan dan kebersihan vagina, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, antara lain:
1. Menjaga kebersihkan daerah vagina
Menjaga kebersihan vagina bukan berarti selalu mencucinya sampai super bersih. Bukan juga dengan membuatnya selalu kering dan wangi dengan cara menaburkam bedak. Perlu diketahui ekosistem normal vagina cenderung asam dengan pH antara 3,5-4,5. Keasaman itu perlu dijaga agar tidak menimbulkan penyakit.

Ada beberapa permasalahan yang berhubungan dengan daerah kewanitaan. Yaitu: pertama, rasa gatal-gatal pada daerah vulva (mulut vagina). Waspadai bila ada rasa gatal-gatal pada daerah vulva (mulut vagina). Alergi bisa jadi salah satu faktor penyebab rasa gatal tadi. Akan tetapi, secara umum, infeksi jamur atau virus merupakan faktor utama rasa gatal di daerah vulva. Sehingga akan mempengaruhi tingkat keasaman vagina. Artinya, tinggkat keasaman vagina yang harusnya stabil antara pH 3,5 – 4,5, ini malah lebih, yang akhirnya malah menjadi kacau. Bila dirasa gatalnya belum begitu parah, bisa Anda mencobanya dengan membasuh dengan sabun khusus untuk membersihkan vagina. Atau, ramuan tradisional, seperti air rebusan sirih dan lainnya. Namun, bila keluhan tidak hilang juga, periksakan ke dokter kandungan.
Oleh karena itu, rawatlah kebersihan pada daerah vagina, Anda bisa mencucinya di setiap habis buang air kecil, buang air besar, dan ketika mandi. Caranya sangat sederhana, yaitu basuhlah vagina dengan menggunakan air bersih secara teratur dan hati-hati pada bagian di antara vulva (bibir vagina). Akan lebih baik bila membasuh vagina dengan menggunakan air hangat. Di samping membersihkan karena habis buang air kecil, juga membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar vulva di luar vagina.
Basuhlah vagina dengan cara benar. Yaitu, basuhlah dari arah depan (vagina) ke belakang (anus), jangan sampai terbalik. Bila membasuh vagina dari arah belakang ke depan dikhawatirkan akan menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa masuk ke vagina.
Selanjutnya, jangan sekali-kali membersihkan vagina dengan menggunakan deodoran, sabun antiseptik yang keras, atau cairan pewangi (parfum). Walaupun niat Anda adalah baik, yaitu untuk menghilangkan bau di daerah kewanitaan. Tapi hal tersebut bukanlah tindakan yang bijaksana, bahkan malah bisa berbahaya untuk kesehatan.
Kedua, peradangan pada vagina (vaginitas). Peradangan ini terjadi karena perubahan keseimbangan normal bakteri yang hidup di sana. Tanda atau gejala paling umum adalah munculnya cairan yang berwarna putih keruh keabuan dan berbusa serta menimbulkan bau kurang sedap. Pada vagina yang sehat, juga hidup berbagai bakteri dan organisma termasuk yang merugikan dan bisa menyebabkan vaginitis. Biasanya bakteri ini tidak membuat masalah karena masing-masing jumlahnya tidak banyak.
Oleh karena itu, jangan terlalu sering, kalau bisa hindari, membasuh vagina dengan cairan kimia (douching), seperti penggunaan deodoran dan farfum. Walaupun niat Anda adalah baik, yaitu untuk menghilangkan bau di daerah kewanitaan. Tapi hal tersebut bukanlah tindakan yang bijaksana, bahkan malah bisa berbahaya untuk kesehatan. Salah satunya adalah akan merusak kesimbangan yang ada sehingga akan memungkinkan terjadinya infeksi.
Ketiga, dinding vagina dan leher rahim memproduksi cairan. Itu sebabnya di daerah vagina akan selalu memunculkan ada bau khas. Cairannya berwarna putih atau kekuningan. Inilah vagina yang sehat dan normal. Bau, rasa, dan tingkat kekentalan cairan ini bisa berubah-ubah seiring dengan siklus menstruasi Anda. Cairan ini juga akan berubah kalau ada sesuatu yang tidak beres. Kebersihan daerah kewanitaan juga bisa dijaga dengan sering mengganti pakaian dalam, paling enggak sehari dua kali di saat mandi.
Ada beberapa cara merawat vagina dengan ramuan herbal yang bisa Anda gunakan. yaitu:
a. Daun pepaya dan sirih. Kombinasi tumbukan daun papaya dan daun sirih ternyata berkhasiat untuk membuat organ kewanitaan menjadi keset. Caranya, daun papaya dan sirih ditambahkan cabal hijau ditumbuk sampai halus.  Beri air panas, lalu saring. Setelah itu campurkan dengan asam kawak secukupnya. Ramuan ini diminum pagi dan malam hari selama beberapa hari.
b.  Kemangi & Pandan. Wanginya kemangi dan daun pandan bermanfaat untuk membuat organ kewanitaan menjadi harum.  Caranya, kemangi dan pandan wangi ditumbuk halus jadi satu, lalu diberi ½ gelas air, diperas dan disaring. Setelah itu, beri garam sedikit dan masukkan gula aren. Diaduk sampai rata hingga gula menjadi larut. Diminum beberapa jam setelah makan malam, selama 2 minggu.
c. Sirih, gambir dan Kulit pinang muda. Ramuan sirih, gambir, dan kulit pinang muda bisa membuat Anda merasa menjadi gadis kembali. Caranya, kulit pinang disobek-sobek kecil, gambir ditumbuk halus, kapur sirih diayak bersih. Semua bahan tadi direndam dengan air yang mendidih, biarkan mengendap dan dingin. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya untuk membasuh organ V beberapa kali sehari.
Di samping itu juga, Air rebusan daun sirih untuk menghilangkan keputihan. Daun sirih memang sangat bermanfaat sebagai antiseptik untuk mencuci vagina. Namun daun sirih tidak boleh digunakan tiap hari karena akan mengakibatkan iritasi dan pengeringan pada vagina.
d.  Manjakani (Oakgalls). Ekstrak manjakanlah yang teraman buat vagina Anda. Tanaman ini berkhasiat untuk merawat kesehatan, membersihkan organ intim wanita dan menghilangkan bau tak sedap, bersih harum dan kesat, keputihan serta mampu mengencangkan otot vagina dan menyempitkan liang vagina Anda. Hal ini tentu akan membangkitkan rasa percaya diri untuk kemesraan hubungan suami-istri.

2. Bebaskan serviks dari bakteri
Leher rahim (Serviks) merupakan lorong sempit yang menghubungkan vagina dengan rahim. Di bagian inilah bakteri yang masuk lewat vagina dihalangi, agar tidak menyusup lebih dalam ke organ reproduksi yang lain. Bakteri maupun virus paling mudah hinggap di tubuh kita melaui hubungan seksual. Misalnya Human Pappiloma Virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks. Untuk menekan peluang kuman masuk, lakukan pencegahan berupa: pertama, tes Pap Smear secara rutin. Bertujuan mendeteksi pertumbuhan sel kanker abnormal di serviks. Bagi wanita dewasa, tes ini wajib dilakukan setiap dua tahun sekali. Waktu yang tepat untuk Pap Smear adalah satu minggu setelah hari terakhir haid.
Kedua, vaksinasi HPV. Vaksin ini dapat disuntikan pada wanita berusia 9-26 tahun. Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Penyuntikan dilakukan tiga kali dalam setahun, dengan rentang waktu masing-masing 3 bulan.

3. Menjaga kesehatan pada masa menstruasi
Menstruasi adalah hal yang normal yang harus kita jalani, karena pada saat itu rahim sedang meluruhkan lapisan dinding rahim yang berupa darah yang tidak dipakai karena tidak terjadi pembuahan.
Untuk menampung darah yang keluar (mens) biasanya menggunakan pembalut. Pembalut harus berbahan yang lembut, menyerap dengan baik, tidak mengandung bahan yang bikin alergi (misalnya parfum atau gel) dan merekat dengan baik pada celana dalam. Pembalut itu perlu diganti sekitar empat sampai lima kali dalam sehari untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang berkembang biak pada pembalut tersebut, dan menghindari masuknya bakteri tersebut ke dalam vagina.

4. Pahami rahim lebih mendalam
Terganggunya kesuburan wanita bisa dipicu oleh disfungsi hormon, munculnya penyakit tertentu, atau gangguan pada indung telur. Namun, selama ini masyarakat kerap keliru, menganggap bahwa posisi rahim mempengaruhi peluang untuk hamil. Dikatakan bahwa wanita dengan posisi rahim lebih ke belakang atau menghadap ke bawah lebih sulit menghasilkan keturunan. Pernyataan tersebut tidak benar. Buktinya, banyak wanita dengan posisi rahim menghadap ke bawah (retofleksi) mampu memiliki banyak anak. Wanita dengan posisi rahim retofleksi juga mampu melahirkan secara normal, selama tidak ada indikasi medis yang lain.
Masalah yang lebih rentan mengganggu kesuburan adalah endometriosis. Yakni, ketika lapisan pelindung dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar dinding rahim. Kita bisa menelusuri keberadaannya dengan mengenali gejalanya. Yang paling umum adalah timbul nyeri hebat dan pendarahan sangat banyak saat haid. Jika ini yang terjadi, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyelesaian lebih lanjut.

5. Perhatikan dalam memilih celana dalam
Perlu kita perhatikan dalam memilih celana dalam yang baik. Tidak jadi patokan bahwa celana dalam yang bermerek dan mahal merupakan celana dalam baik.
Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memlilih celana dalam, antara lain:
a. Terbuat dari bahan katun.
Katun merupakan kain yang dapat menyerap keringat dan membiarkan kulit untuk bernapas dengan sempurna. Sehingga ketika dipakai, Anda pun merasa nyaman.
Begitu juga dengan bahan campuran, seperti spandex, lycra, lateks, sutra, nilon atau vynil untuk membuat celana dalam menjadi strecth. Walaupun bahan elastis menguntungkan untuk membentuk kontur tubuh. Yang perutnya gendut jadi tampak rata, yang pantatnya turun jadi kelihatan kencang. Tetapi, jika Anda memakainya akan membuat Anda kegerahan sehingga vagina menjadi lembab. Otomatis bakteri dan jamur pun akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat. Apalagi bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, campuran bahan-bahan di atas, berisiko menimbulkan iritasi. Tanda yang biasanya muncul adalah bintik-bintik merah dan terasa panas serta gatal di kulit yang terkontak dengan celana dalam.
Di samping itu juga, hindari pemakaian celana dalam berenda. Karena, bahan berenda lebih banyak menyimpan deterjen bila dicuci. Sekalipun dibilas, tapi tak semuanya terbilas dengan baik bila dibandingkan dengan mencuci celana dalam katun.
b. Model celana dalam disesuaikan dengan bentuk tubuh
Jika bentuk bokong turun dan lebar, mengenakan celana dalam model g-string pasti tidak cocok. Gesekan antara bagian penyangga dengan vagian Anda akan mudah lecet. Dikarenakan tekanan gravitasi dari bokong.  Berperut buncit dan berpinggul lebar. Pilihlah celana dalam model full figure atau maxi, karena melindungi seluruh area organ intim, sehingga nyaman dan sehat dipakai.
Bagi Anda yang memiliki tubuh langsing, berbokong tinggi dan masih kencang, sebaiknya Anda model thong atau mini. Untuk menimbulkan kesan seksi, atau bila sedang mengenakan gaun pesta yang ketat, pilih model g-string atau thong agar bentuk celana dalam tidak mencetak di gaun. Tetapi hindari memakai model ini untuk waktu yang lama mengingat model ini tak melindungi bagian bawah seutuhnya. 
d. Ukuran celana dalam
Celana dalam terlalu ketat akan terasa gerah dan menyebabkan peredaran darah terganngu. Sesuaikan ukuran celana dalam Anda dengan bokong Anda. Jangan terlalu ketat dan juga tidak kedodoran. Cari ukuran yang pas. Jangan pilih celana dalam yang terlalu ketat atau longgar. Pastikan kulit Anda tidak tertekan oleh celana dalam. Jika ada tanda kulit tertekan, berati Anda membutuhkan celana dalam dengan ukuran lebih besar.
Karet di bagian perut juga tak boleh terlalu ketat karena akan timbul alergi akibat tekanan lantaran pemakaian yang terlalu ketat dan terus-menerus. Jadi, timbul merah-merah di bagian yang tertekan itu.
e. Warna celana dalam
Pisahkan celana dalam yang dipakai saat menstruasi dengan celana dalam yang dipakai sehari-hari. Jangan sampai pemakaian celana dalam saat menstruasi atau tidak adalah sama. Jangan lupa memilih warna yang dipakai saat menstruasi yang berwarna gelap. Hal itu agar ketika darah terkena celana tidak berbekas.
Selain itu, warna celana dalam harus menyesuaikan dengan pakaian luar. Sehingga tidak terlihat atau mencolok dan tembus pandang dari luar. Sediakan celana dalam sebanyak mungkin untuk menghindari kekurangan celana dalam pada saat cuaca tertentu, seperti pada saat musim hujan.

1 komentar: